Kota Malang yang sering dikenal dengan sebutan "Bumi Arema" memiliki banyak kisah dan
tempat-tempat bersejarah yang tidak banyak orang tau. Salah satunya yaitu Museum Mpu Purwa yang terletak di perumahan Griya Shanta Blok B
Soekarno Hatta.
Museum Mpu Purwa ini diresmikan pada tanggal 2 mei 2004
oleh Bapak Walikota Malang, Peni Suparto. Tujuan didirikan museum ini
adalah untuk menyimpan benda-benda peninggalan sejarah yang ada di malang dan bahkan ada beberapa dari Kerajaan Kediri.
Kenapa Museum ini dinamakan Museum Mpu Purwa?
Sebab Mpu
Purwa merupakan cikal bakal raja-raja besar seperti Kertanegara, Singhasari dan Hayam Wuruk dari Majapahit.
Dan juga di dalam anjungan museum
tersebut terdapat tulisan Sansekerta “Guna
Paramita Acintya Bhakti” yang mana jika diuraikan artinya yaitu :
Guna : tabiat, sifat 3
Paramita : sempurna, luhur 0
Acintya : tak terlukiskan, tak terbayangkan 0
Bhakti : pengabdian, kesetiaan 2
Angka 3002 harus
dibalik 2003, sesanti yang ada dalam sengkala itu adalah : Pengabdian yang
Tulus merupakan sifat yang luhur.
Pada museum Mpu Purwa terdapat berbagai arca, prasasti, benda pemujaan pada masa megalithik, fragmen bangunan, dan naskah kuno.
Juga terdapat diorama mengenai kisah Mpu Purwa dan putrinya yang diculik oleh Ken Arok, yang mana juga terdapat kisah pembunuhan dengan menggunakan keris Mpu Gandring, berikut adalah diorama singkat tentang raja-raja di wilayah Jawa Timur.
Berikut ini adalah kisah Mpu Gandring yang dibunuh oleh Ken Arok Ken Arok membunuh Mpu Gandring
Berikut ini adalah kisah Mpu Gandring yang dibunuh oleh Ken Arok Ken Arok membunuh Mpu Gandring