Membayangkan suasana workshop dan memotret bersama kawan-kawan disana, yang bahkan banyak yang belum aku kenal, membuat aku meyakinkan diri untuk berangkat kesana. Perjalanan yang kutempuh dengan menumpangi travel Surya, rekomendasi dari teman kantor, ternyata cukup membuat aku kapok, ternyata tubuh ini sudah tidak bisa diajak kompromi dengan lelahnya perjalanan darat, dengan pengemudi yang seperti fast and furious, dengan AC yang sudah bercampur lembab dan bekas aroma rokok pengemudi di setiap hembusannya.
Sekitar subuh aku sampai di Yogyakarta, di daerah Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, sebuah indekos tempat kawan saya Kukuh Pribadi, founder dari Kameko.jbr tinggal. Tempat yang menyenangkan, jadi inget salah satu scene di film JOMBLO. Perjalanan ke lokasi workshop cukup jauh karena venue berada di KM 17, dan sebelum ke lokasi kita menjemput dua kawan dari Bandung yang menginap di Sheraton.
Acara workshop sendiri berlangsung cukup lancar, dimulai dari founder Kameko,bdg mas Tesa, kemudian founder Kameko.diy Yodha dan ditutup dengan materi retouch dari saya. Yang cukup disayangkan karena cuaca hujan deras mengguyur venue, sehingga kami membatalkan acara motret bareng di area outdoor. Untungnya ada 1 lampu strobe yang dipakai memotret bareng didalam, dan kebetulan karena pagi hari aku sempat berburu lampu unik ditemani Kukuh.

Ditutup dengan makan malam di Raminten, yang saking ramenya pakai sistem antrian buat makan disana, Well it's worth saturday night for me.

Minggu pagi engga ada yang terlalu spesial selain diskusi bareng Kukuh, rencana motret yang gagal karena banyaknya kesibukan kawan-kawan di Yogyakarta, akhirnya kami memutuskan buat jalan ke Malioboro, Kami naik Trans-Yogya, yah cukup efisien, meski kurang tertib, sesampainya di Malioboro yang aku rasakan adalah kecewa, karena jauh dari bayanganku tentang pasar tradisional ala FTV, yang ada hanya tumpukan barang dagangan dan penjaja, yang tak jauh berbeda dari pasbar di Bandung, atau pabes di Malang, tapi ada satu spot asik didalam benteng Vredeburgh, sebuah cafe kecil dengan suasana klasik dengan harga yang cukup murah.

Sebelum pulang ke Malang via Malioboro Express, aku sempat makan bareng Jeanne di Kalimilk Kaliurang, rasa makanan dan minuman-nya standar dan cukup mahal menurutku, ditambah ruangan yang tidak ber AC.
