Mengapa seniman di Indonesia susah kaya?
Pengertian seniman menurut wikipedia:
Seniman adalah istilah subyektif yang merujuk kepada seseorang yang kreatif, atau inovatif, atau mahir dalam bidang seni. Penggunaan yang paling kerap adalah untuk menyebut orang-orang yang menciptakan karya seni, seperti lukisan, patung, seni peran, seni tari, sastra, film dan musik.
Nah dari situ ada kata kunci ya itu "karya"
kaya itu bisa dilihat sebagai tujuan atau akibat, dan ini akan sangat berpengaruh terhadap "kaya"
Sebelum kamu kaya baik materi maupun non materiil, kamu harus punya karya, apakah cukup dengan sebatas karya? tentu tidak, kualitas, keunikan dan tentunya orisinalitas itu menentukan apakah karya mempunyai nilai jual. Diatas dan dibawah ini ada contoh karya yang kita kerjakan dengan kawan-kawan, tanpa niatan di awal menjadikan "kaya" sebagai tujuan.
Banyak sekali seniman muda, yang terjebak zona BU (butuh uang) dan komersialisasi karya terlalu dini, sebelum karyanya mendapat apresiasi cukup. Gratisan / Harga Teman terkadang membuat seniman mengeluh, kok tidak dihargai yah, buat saya saat dihadapkan pilihan semacam itu, kerjakan sungguh-sungguh dan anggap itu sebagai portfolio atau jangan kerjakan sama sekali.
Mengapa begitu, jangankan mendapatkan imbalan uang, di Indonesia mendapat imbalan apresiasi saja sulit, bahkan sekedar ucapan terima kasih atau share saja jarang. Makanya buat lah karya yang proper dulu, kejar apresiasi sebanyak-banyaknya, temukan titik temu antara idealisme dengan kemauan pasar. Baru berfikir komersialisasi.
Di sisi lain ada juga seniman yang tidak mengkomersialisasi karyanya, ada juga yang baru masuk kedunia seni, tapi pandai persuasi market, maka karyanya banyak terjual, ada juga yang ikut komunitas, sehingga minimal dia punya wadah apresiator.
Bekerja seni di Indonesia, di negara yang penuh dengan bajakan, copy paste karya, replika, imitasi, memang sangat berat, dan jangan terburu-buru menentukan, aku mau berkarir sebagai seniman, perjuangannya tidak mudah, lebih dari 10 tahun saya di dunia seni, dan itu saja tidak cukup untuk membuat saya terus belajar dan belajar untuk mendapat apresiasi. Yah cuma omong-omong aja sih, lihat post yang di share kawan saya Hendy di Facebook