| Add caption |
Seiring perkembangan jaman, menurut subjektif penulis, banyak masyarakat menilai bahwa introvert ini merupakan penyakit sosial, yang cenderung lebih mengarah pada penyakit "Anti sosial" karena keterbatasan pergaulan yang mereka miliki. Baik orang tua maupun teman kita pasti kesal melihat tingkah para introvert ini yang, mungkin mereka katakan, anti sosial.
Tapi apakah introvert itu sama dengan anti sosial? Apakah kaum introvert itu tidak tertarik terhadap manusia sehingga tidak mau menjalin hubungan sosial dengan sesama kerabatnya? Dalam artikel ini, penulis akan membahas satu-satu apa itu introvert secara garis besar dan apakah introvert itu adalah kaum masyarakat yang anti sosial.
Apa sih, introvert itu?
Dilansir dari agungadhyaksa.blogspot.co.id, introvert adalah kepribadian manusia yang lebih berkaitan dengan dunia dalam pikiran manusia itu sendiri. Manusia yang memiliki sifat introvert ini lebih cenderung menutup diri dari kehidupan luar. Mereka adalah manusia yang lebih banyak berpikir dan lebih sedikit beraktifitas. Mereka juga orang-orang yang lebih senang berada dalam kesunyian atau kondisi yang tenang, daripada di tempat yang terlalu banyak orang.
Sementara dari emilarya.wordpress.com menulsikan bahwa introvert adalah orang yang berorientasi ke ‘dalam’ diri mereka sendiri (inward thinking). Mereka tertarik pada dunia ide, pemikiran, dan konsep sehingga orang-orang introvert sangat menyukai suasana tenang untuk menyendiri untuk berpikir ataupun beraktivitas.
Dengan mengambil kesimpulan dari kutipan-kutipan di atas, penulis bisa menyimpulkan bahwa introvert adalah kaum yang mereka lebih nyaman di keadaan sunyi dan tenang untuk berpikir atau beraktivitas. Introvert cenderung lebih suka menutup diri daripada harus berinteraksi dengan dunia luar karena pada prinsipnya introvert adalah kaum pendiam dan pemikir.
Seperti yang penulis katakan, "introvert cenderung menutup diri" dan disinilah masyarakat mulai berpikir introvert itu adalah salah satu dampak penyakit dari anti sosial. Tetapi ini tidak sepenuhnya benar. Introvert akan bersosialisasi jika ada waktunya namun mungkin tidak untuk waktu yang lama. Dari emilarya.wordpress.com juga mengatakan bahwa sumber energi mental mereka berasal dari proses ‘menyendiri’ ini dan ketika orang introvert bersosialisasi dengan banyak orang, maka ‘stock’ energi mental mereka perlahan-lahan akan berkurang dan ketika itu terjadi, maka mereka akan ‘mengisi ulang’ dirinya dengan menyendiri.
image source: http://www.thecreativealliance.com/wp-content/uploads/2015/01/might-not-say-much.jpg
Jadi, apakah introvert itu anti sosial karena sering menyendiri dan menutup diri?
Sebelum kita mengatakan bahwa introvert itu adalah kaum anti sosial atau bukan, mari kita lihat apa arti anti sosial sendiri menurut Wikipedia, yang menuliskan bahwa anti sosial adalah perilaku yang kurang pertimbangan untuk orang lain dan yang dapat menyebabkan kerusakan pada masyarakat, baik sengaja atau melalui kelalaian, karena bertentangan dengan perilaku pro-sosial, perilaku yang membantu atau bermanfaat bagi masyarakat.
Di lain pihak, cuplikansedikitotak.blogspot.co.id menuliskan bahwa anti sosial adalah keperibadian seseorang yang menunjukkan ketidak-acuhan, ketidak-pedulian, dan/atau permusuhan yang seronok kepada orang lain, terutama yang berkaitan dengan norma sosial dan budaya. Orang yang antisosial biasanya blak-blakan dan tidak memedulikan hak dan perasaan orang lain.
Dengan menarik kesimpulan dari 2 materi di atas, penulis bisa mengatakan bahwa anti sosial merupakan perilaku menyimpang dimana mereka tidak peduli dengan lingkungan sosial diantara mereka, baik disengaja maupun karena kelalaian dalam bersosialisasi. Dampak dari anti sosial sendiri adalah rusaknya suatu hubungan sosial karena bertentangan dengan "prosedur" dalam bermasyarakat atau bersosialisasi.
image source: http://kickofjoy.com/wp-content/uploads/2014/03/anti-social-network1.jpg
Dari subjektif penulis, sangat jelas bahwa introvert bukan anti sosial. Introvert hanya cenderung lebih suka menyendiri untuk berpikir ataupun beraktivitas daripada harus terjun ke dunia luar yang mereka (kaum introvert) kurang begitu menyukainya. Meskipun menyendiri mungkin bisa dikatakan sebagai perilaku menyimpang, tetapi memang Tuhan sudah menciptakan bahwa introvert itu adalah kaum yang suka menyendiri dan melakukan sesuatu dalam kesunyian dan ketenangan. Sudah menjadi kodrat kita sebagai manusia bahwasannya kita pasti membutuhkan orang lain untuk melakukan sesuatu, entah memperoleh ilmu baru atau hanya sekedar ingin bersosialisasi, berlaku juga untuk introvert meskipun cara mereka berbeda.
Tips dari penulis, apabila kita ingin berinteraksi dengan kaum introvert, sebaiknya kita siapkan topik pembicaraan atau setidaknya ide yang membuat si introvert ini tertarik untuk berinteraksi dengan kita. Sharing pendapat, tukar-tukar pemikiran, dan saling menyimpulkan dari ide tersebut dengan satu sama lain. Tetapi selalu ingat, jangan paksakan kaum introvert untuk berinteraksi dengan orang banyak karena mereka akan pergi dan menyendiri untuk "mengisi kembali" kekuatan mental mereka. Beri mereka waktu untuk siap berinteraksi dengan orang banyak.
Manusia memang mahluk sosial, tetapi kita juga tidak bisa mengatakan bahwa manusia di dunia ini mempunyai sifat yang sama dengan kita. Bisa saja kita dengan kerabat, teman, bahkan keluarga kita mempunyai sifat yang berbeda-beda. Ada yang cenderung lebih suka menyendiri untuk melakukan sesuatu, ada yang lebih suka ramai-ramai jadi hati-hati dalam menjalin hubungan sosial dengan sesama manusia di sekitar kita.
