![]() |
| https://aminoapps.com/c/anime/page/blog/a-childs-tears/4wtY_umRPKZJg648V8oZVJzzvQZGx |
Menangis itu wajar bagi sebagian orang yang hatinya tidak biasa tersakiti, terutama seorang perempuan yang memiliki tingkat emosional lebih tinggi daripada laki-laki. Perempuan lima kali lebih sering menangis dibanding laki-laki sebab hatinya begitu peka dengan keadaan sekitar, terutama perasaan seseorang. Selain itu kadar prolaktin dalam serum darah perempuan, 60% lebih tinggi.
Kelenjar air mata perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, dan juga kantong untuk menyimpan air mata pada perempuan lebih kecil, sehingga waktu perempuan menangis air matanya akan lebih cepat mengalir.
Setelah seseorang menangis akan merasa lega, sebab air mata yang dikeluarkan mengandung hormon stress sehingga perasaan marah, atau sedih karena tertekan akan berkurang atau bahkan hilang saat menangis.
Namun tidak semua laki-laki menyukai perempuan saat menangis.
Kenapa? apakah laki-laki itu tidak punya hati? Membiarkan perempuan menangis?
Bukan! Hal ini menyangkut tentang sistem biologis manusia.
Jadi, waktu perempuan menangis, maka daya tarik seksual seorang perempuan akan menurun sehingga menyebabakan laki-laki tidak tertarik padanya.
Proses ini sudah diatur oleh tubuh manusia. Hormon terstoteron pada laki-laki akan meningkat jika melihat sesuatu yang menggairahkan.
Tapi, perempuan menangis, apa itu menggairahkan?
Nggak!
Tangisan yang dihasilkan memiliki fungsi sebagai chemosignal, yaitu rangsangan yang mempengaruhi visual, sehingga ia merasa ilfeel atau malah sedih saat lihat perempuan menangis.
"Tapi pacarku selalu memegang tanganku dan memelukku saat aku menangis!"
Ya. Itu karena rasa empati terhadap orang yang disayanginya.
Penyebab seseorang menangis ada banyak, bisa karena sedih, terharu karena terlalu senang, dan juga menangis reflek.
Air Mata Basal
Adalah kelenjar utama yang membasahi dan menjaga kelembaban mata. Jadi mata ga gampang kering.
Air Mata Reflek
Terjadi karena seseorang tidak merasakan emosional, tapi air mata keluar dengan sendirinya sebab reaksi fisik. Misalnya mata berair karena menguap, kemasukan debu.
Air Mata Emosional
Tekanan emosional yang berlebih bisa memicu air mata ini. Air mata emosional memiliki kandungan protein lebih banyak daripada air mata basal atau reflek.
Tekanan emosional yang berlebih bisa memicu air mata ini. Air mata emosional memiliki kandungan protein lebih banyak daripada air mata basal atau reflek.
