Tanggal 16 februari 2018 adalah perayaan tahun baru imlek 2569 bagi warga Tionghoa. Imlek ini merupakan perayaan pergantian tahun bagi warga Tionghoa, dan di Indonesia Tahun Baru Imlek sudah merupakan peristiwa penting dan menjadi hari libur resmi sejak tahun 1999.
Sejarah
Berawal dari petani di China yang melakukan Shin Cia atau Tahun Baru Imlek setiap awal tahun di bulan pertama, kemudian warga Tionghoa yang merantau ke luar China membawa tradisi tersebut termasuk yang merantau ke Indonesia.
Berawal dari petani di China yang melakukan Shin Cia atau Tahun Baru Imlek setiap awal tahun di bulan pertama, kemudian warga Tionghoa yang merantau ke luar China membawa tradisi tersebut termasuk yang merantau ke Indonesia.
Istilah
Xin Nian Kuai Le : Semoga tahun baru membawa kebahagiaan.
Gong Xi Fa Cai : Semoga imlek membawa rejeki dan kesehatan.
Ang Pao Na Lai : Bagi Angpaonya dong.
Da Ji Da Li : Keberuntungan dan kelancaran
Wan Shi Ru Yi: Semoga semua keinginan dapat terpenuhi.
Gong Xi Fa Cai : Semoga imlek membawa rejeki dan kesehatan.
Ang Pao Na Lai : Bagi Angpaonya dong.
Da Ji Da Li : Keberuntungan dan kelancaran
Wan Shi Ru Yi: Semoga semua keinginan dapat terpenuhi.
Tahun baru imlek 2018 merupakan tahun Anjing Tanah yang
akan dimulai sejak 16 Februari 2018 hingga 4 Februari 2019. Di tahun 2018 ini
ada 4 shio ciong (kurang beruntung) yaitu Shio Anjing, Kerbau, Naga, dan Kambing.
Mereka
merayakan tahun baru imlek sebagai bentuk syukur dari hasil kerja keras selama
setahun dan berharap akan mendapat keberuntungan dan kesejahteraan di tahun
mendatang.
- Reuni keluarga. Seluruh anggota keluarga dan saudara akan berkumpul bersama untuk merayakan tahun baru imlek.
- Makan malam bersama.
- Bersih-bersih rumah, bermakna membuang segala keburukan. Namun bisa juga dengan menyalakan kembang api. Menyalakan kembang api juga sebagai wujud selamat tinggal tahun yang lama dan selamat datang di tahun yang baru.
- Dekorasi serba merah, termasuk pakaian. Sebab dipercaya dapat mengusir roh jahat atau nian.
- Meonton pertunjukan liong dan barongsai, sebagai lambang kebahagiaan dan kesenangan. Serta membawa keberuntungan.
- Tidak makan bubur karena bubur sebagai simbol kemiskinan.
- Memberikan angpao untuk meneruskan harapan baik. Bagi yang sudah menikah dan bekerja wajib memberikan angpao kepada sanak saudara yang muda ataupun yang lebih tua. Jumlah uang dalam angpao tidak boleh ganjil dan berangka 4 sebab angka tersebut melambangkan kesialan.
- Menyajikan beberapa makanan yang mendatangkan keberuntungan seperti kue keranjang, jeruk, ikan, dan 12 jenis makanan yang melambangkan 12 shio. Terdapat istilah Yu Sheng atau lemparan kemakmuran (prosperity toss) yaitu melempar makanan keatas menggunakan sumpit secara bersama dengan meneriakkan "Lo Hei"


