Kirei na Japan, Event yang setau saya adalah event tematik Jepang, yang pertama kali diselenggarakan di SMKN 5 Malang. Diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober 2016, event ini sebenarnya cukup rapi, mengingat di-organize oleh siswa-siswi SMK.
Saya pribadi sebenarnya tidak ada niatan berkunjung ke event tersebut, mengingat usia yang semakin lanjut *ea. Kebetulan beberapa hari sebelum penyelenggaraan event ini, di timeline mimin muncul screenshot semacam ini.
Nah screenshot tersebut yang membuat penulis menjadi tertarik untuk mengetahui lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi, karena penulis menjunjung tinggi kebenaran dan fakta. Sesampainya di event tersebut, selain backdrop event, dan stand makanan yang berbau Jepang, mimin tidak menemukan karakter Jejepangan yang biasanya ada di Bunkasai di sekolah-sekolah lain.
Penulis memutuskan untuk duduk disalah satu sudut sekolah, sambil memantau berlangsungnya acara tersebut, kemudian mimin melihat banyak sekali pengisi acara maupun isi acara seperti dalam video ini:
Dari video tersebut apabila kita tidak menelusuri latar belakangnya, sudah pasti akan banyak sekali pengunjung Japan Pop Culture yang kecewa, karena tentunya mereka mengharapkan isi acara yang masih dalam lingkungan Jejepangan.
Ada beberapa point yang ingin penulis soroti dari event ini, antara lain:
- Penggunaan bahasa dan cara penyampaian dari panitia penyelenggara kepada salah satu atau mungkin banyak peserta lomba cosplay terlihat kurang informatif dan seolah-olah adalah keputusan sepihak. Sehingga menimbulkan konflik, karena mungkin bagi peserta yang mungkin sudah prepare kostum dll. dari jauh-jauh hari, diapresiasi dengan doorprize mungkin sedikit menyinggung.
- Isi acara yang dominan non Jejepangan sebenarnya dari banyak sisi sulit untuk dibenarkan, mengingat Nama Acara dan Desain Promosi yang digunakan sangat dominan ke satu segmen yaitu Jejepangan.
- Keinginan dari vendor sponsor yang meminta 25 Band disini juga sebenarnya saya rasa kurang tepat dan cermat, karena justru dengan kurang selektifnya line up justru dapat membuat brand itu menjadi buruk dimata banyak pihak.
- Setelah berbincang sedikit dengan pembina dari acara ini, penulis mendapat informasi bahwa event ini adalah tugas sekolah, dan bukan event tahunan. Yang kedua event ini baik dari isi acara, guest star dan lain sebagainya dibuat berdasarkan dari survey didalam forum online, nah disini penulis merasa janggal, dan bertanya-tanya forum manakah itu? Karena apabila benar sudah melalui proses survey pasar, penulis rasa akan jauh lebih baik lagi dari kemarin.
- Komunikasi antara vendor, penyelenggara dan komunitas yang tidak sinergi sehingga muncul banyak konflik.
- Sekarang sudah tahun 2016 dan entah sampai kapan akan terlus berlangsung yang namanya syndrom Guest Star, yang justru akan mengkotak-kotakkan komunitas apabila tidak hati-hati dalam mencermati.
