Notifikasi dari f**ebook lagi ramai, di timeline setiap saat muncul pemberitahuan komentar seorang teman yang melulu membahas topik yang sama meski beda posting-an. Intinya sama, menggunjing 😔 uuuhh~ sedihnyaa. Walaupun ga semua sih berkomentar buruk.
Awalnya memang ga mau ambil pusing dengan banyaknya komentar, tapi akhirnya dibaca juga semua comment nya XD dan tergoda untuk mem-posting, he he.. Yang namanya menggosip, makin digosok makin sip XD
Jadi, yang sedari pagi dibahas sama temen-temen di akun medsos tidak jauh-jauh dari meniru karakter, yang menelan budget sampai jutaan tapi menyenangkan untuk dilakukan dan bahkan dianggap tantangan : Yep! cosplay.
Untuk meniru suatu chara (read:karakter) merupakan sebuah tantangan bagi para cosplayer, tapi mereka tidak gampang menyerah, entah bagaimana caranya membuat se-mirip mungkin dengan chara aslinya. How? Be creative gaes 😏 So, jangan meremehkan cosplayer, karena disitulah harga jualnya, yang meremehkan belum tentu capable seperti mereka. Ber-cosplay juga butuh imajinasi dan halusinasi *eh :p
Kalau karakter tidak sesuai dengan cosplayer, sedikit banyak menimbulkan drama. Tapi kalau sudah sesuai bahkan sangat cocok dan mirip karakter aslinya apa masih jadi drama juga? Mungkin iya, karena dengan begitu ada bahan obrolan yang panjang, ga putus-putus kaya mie b**ungd*ra, wkwkwk. Salah satu cosplayer cantik yang menurut saya lihai mengaplikasikan kostum dan makeup yang mana punya banyak fans : Lola Zieta, buktinya ribuan pengguna akun sosmed memberikan jempolnya (baca:like) setiap kali mem-posting potret dirinya di akun pribadinya, tapi masih saja ada yang tidak terima atas karyanya.
Postingan terakhir dirinya yang menjadi bahan obrolan teman-teman sekalian, seperti ini penampakannya.
Sedikit terbuka di bagian tertentu (sedikit :p)
Tapi celaannya banyak sekali.
Kalau menurut saya :
Pertama, Terserah mau merubah karakter dirinya sebagai apa, itu hak cosplayer, lagi pula caranya menampilkan karakter tersebut juga tidak buruk, hal ini kembali lagi ke tingkat imajinasi dan kreatifitas, mengingat bahwa ia seorang cosplayer yang sudah pro. Lagi pula sekarang ini internet bukan lagi hal tabu dan sesekali pasti muncul gambar atau video yang bisa dikatakan kurang mendidik bagi anak-anak (itu sih tergantung orang tuanya untuk selalu me-monitoring anak)
Poin kedua, kalau suka dengan hasil karya seni yang di posting berikanlah apresiasi, hal paling mudah dengan memberikan like atau share. Kalau tidak suka? Ya abaikan! Delete, block. Selesai sudah permasalahan, tak perlulah dijadikan drama berkepanjangan. Memang ftv!?
Poin ketiga, sesama seniman janganlah saling menjatuhkan. Kalau ada yang baik diapresiasi, kalau buruk tinggalkan. Cosplay adalah seni, seni makeup, seni menjahit, seni kerajinan tangan dan juga melatih diri berpikir kreatif menemukan cara untuk mencocokkan diri dengan karakter. #QNE
Itulah sedikit pendapat saya terkait ramainya timeline hari ini. Ada yang setuju? boleh di share, kalau bertentangan boleh comment ^^)/
#bebasberpendapat
